INSENSIBLE
Seorang wanita sedang duduk
menatap kosong dan memegangi sebuah vas kaca yang telah berlumuran darah. Ia
tampak sangat sedih, seolah olah dia sedang menyesal dengan apa yang telah ia
lakukan. Lalu ia meneteskan air matanya. Shin Hye, Park Shin Hye adalah nama
wanita itu. Beberapa waktu lalu ia menatap wajah kekasihnya, tatapannya masih
saja kosong, ia melihat Hong Ki yang sedang makan cemilan dan asik bermain
dengan ponselnya. Hong Ki lalu menatap balik wajah Shin Hye, tatapannya begitu
dingin dan kemuadian memalingkan wajahnya kembali ke ponselnya. Shin Hye terus
menatap wajah Hong Ki tanpa mengatakan apapun, hanya diam dan menatap.
Hong Ki tertidur di kasurnya,
tangannya berada di meja tepat disamping kasurnya sambil memegangi ponselnya.
Saat Shin Hye masuk kedalam kamar Hong Ki, ia melihat ponsel Hong Ki lalu menariknya
keluar dari tangannya. Shin Hye lalu duduk dengan secangkir air sambil melihat foto foto dirinya yang ada di ponsel
Hong Ki, air matanya menetes dan ia segera menghapusnya. Hong Ki masuk kedapur, ia mengambil air dari kulkas dan sebuah gelas dan duduk dihadapan
Shin Hye. Hong Ki melihat ponselnya berada di meja itu dan mengambilnya. “Apa yang kau lakukan?! Aku bilang, apa yang kau lakukan?!” ucap Hong Ki, suaranya terdengar marah berserta bingung.
Shin Hye tidak menjawab
pertanyaan Hong Ki dan pergi sambil membawa cangkirnya meninggalkan Hong Ki, belum jauh Shin Hye berjalan
Hong Ki berdiri dan membanting ponselnya lalu berteriak keras “Apa yang salah denganmu akhir akhir ini?!!”. Shin Hye terkejut dan cangkir yg dibawanya terjatuh dan pecah, lalu ia membalikkan badannya dan berlari kearah Hong Ki. Ia lalu memeluk erat tubuh Hong Ki.
Shin Hye merendam tubuh dan
pikirannya di sebuah Bathtub. Petir menyambar dan Shin Hye pun melihat kearah
pintu. Terlihat Hong Ki sedang merapikan pakaiannya, memandang Shin Hye dingin
melalui cermin. Lalu pergi dan di belakangnya terlihat seorang wanita yang
mengikutinya. Shin Hye berpikir bahwa Hong Ki selingkuh darinya. Shin Hye
terkena penyakit Skizofrenia(penyakit yang sang penderita akan berkhayal
sesuatu yang tak ada). Hong Ki sama sekali tidak peka terhadap perubahan sikap
Shin Hye.
Di pagi hari, saat Shin Hye
masih tertidur lelap. Hong Ki masuk ke kamar Shin Hye lalu mengambil gambarnya
bersama Shin Hye. Shin Hye terbangun, lalu duduk sambil mengusap matanya. Hong
Ki menaruh ponselnya di atas meja, lalu memegang pipi Shin Hye sambil
mengucapkan “Aku akan pergi”. Shin Hye lalu bertanya “Sekarang?”
dan kemudian Hong Ki menarik pelipis mata Shin Hye kebawah dan membuat Shin Hye
terlihat imut. "Jam berapa sekarang?" tanya Shin Hye.“Aku terlambat, kembalilah tidur” lanjut Hong Ki lalu pergi dan ia mendapatkan telpon dari seseorang " kau seharusnya membangunkan aku, aku akan menelponmu ketika tiba disana"
Shin Hye pun keluar lalu
membereskan barang barang Hong Ki. “Pakaiannya akan berkerut semua” ucap Shin Hye pada dirinya sendiri. Saat membereskan barang
barang Hong Ki ia bertanya "Kenapa kau membawa banyak pasang kaos kaki? Kau tidak mengatakan kau akan datang kembali lusa, kan?". Shin Hye pun menemukan sebuah hadiah, lalu ia membukannya. Didalamnya
terdapat sebuah cincin. Hong Ki saat itu sedang menelpon sambil mempersiapkan
kopinya dalam sebuah termos "Aku ditelpon sekarang" jawab Hong Ki. Terdengar pembicaraan Hong Ki di telpon "Aku sedang menuju kesana. Sekarang sedang hujan, jadi bawalah payungmu" lalu Hong Ki menutup telponnya. Ia lalu mengambil jaketnya sambil berkata "Aku akan terlambat, aku pergi sekarang. Aku terlambat". "Kenapa tidak sarapan dulu?" tanya Shin Hye. "Aku bisa makan di bandara, aku akan segera kembali. Menjadi baiklah" jawab Hong Ki lalu berpamitan
pada Shin Hye sambil memberikan pelukan serta kecupan di pipi Shin Hye lalu
pergi. “Tunggu sebentar” ucap Shin Hye. Namun Hong Ki mengabaikannya, wajah
Shin Hye tampak kembali bersedih.
Masalalu Shin Hye dan Hong Ki
sangat menyenangkan. Hong Ki bermain kartu bersamanya, memberikan jentikan jari
di dahi Shin Hye lalu mereka tertawa bersama. Mereka juga menonton film horor
dibalik selimut, dan menikmati malam penuh bintang bersama. Dan di bawah sinar
matahari yang sangat terang, mereka berada diatas atap bersama. Mereka tampak
bahagia, saat Hong Ki minta ciuman di pipi kepada Shin Hye. Shin Hye malu lalu
memukul mesra Hong Ki dan mereka tertawa bersama. Dan akhirnya, Hong Ki-lah
yang mencium pipi Shin Hye, Shin Hye tak dapat menahan rasa bahagianya lalu
tersenyum sipu.
Shin Hye lalu menaiki tangga,
disana tampak bayangan Hong Ki bersama selingkuhannya. Shin Hye terus berkhayal tentang hal aneh yang
tidak pernah dilakukan Hong Ki. Karna penyakitnya, ia bahkan tak dapat melihat perasaan
Hong Ki yang sangat mencintainya. Mereka(Hong Ki dan 'Selingkuhannya') telah menghabiskan waktu bersama,
dalam jangka waktu yang lama. Itulah khayalan Shin Hye selama ini. Dan setelah itu, waktu kembali mundur dan
memperlihatkan wanita itu duduk dilantai yang tampak sangat kesepian. Sebuah bayangan bulu burung merak(melambangkan: Bunuh diri/penderitaan)
Setelah tau keadaan Shin Hye
yang sebenarnya, Hong Ki merenungkan dirinya ditengah hujan deras di dalam
mobilnya. Penyesalannya sudah terlambat, Shin Hye sekarang sudah tiada. Dan semua itu karna ketidak pekaannya
Hong Ki terhadap perubahan sikap Shin Hye.
THIS IS NOT A REAL STORY
Tidak ada komentar:
Posting Komentar